Heboh! Sumber Migas di Bekasi Punya Cadangan 43 Juta Barel, Pertamina Siap Produksi dalam 3 Tahun
Publik terkejut oleh penemuan sumber minyak dan gas bumi (migas) di Bekasi akhir-akhir ini. Ternyata, sumber itu diperkirakan memiliki cadangan migas yang berlimpah. Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Muharram J Panguriseng menyampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti proses bisnis setelah penemuan sumber migas di Bekasi itu.
Menurutnya, proses bisnis tersebut sedang dipertimbangkan apakah akan langsung dilanjutkan ke tahap PSE (Penentuan Status Eksplorasi) atau akan ditambah satu sumur lagi. Ia mengatakan hal ini saat berada di tengah-tengah Media Gathering Subholding Upstream, Lombok, ditulis Rabu (6/2/2024).
Ia juga mengungkapkan, pengeboran kedua direncanakan dilakukan pada akhir tahun. Ia mengharapkan, produksi bisa dilakukan sebelum tiga tahun.
Ia berharap, tahun ini pengeboran kedua bisa selesai dan langsung dilanjutkan ke tahap PSE. Ia juga berharap, penyusunan POD bisa selesai dalam waktu kurang dari tiga tahun sehingga produksi bisa segera dimulai.
Ia menjelaskan, wilayah tersebut memiliki potensi minyak dan gas mencapai 43 juta barel setara minyak. Ia menganggap jumlah ini besar karena setara dengan 43 juta barel oil ekuivalen. Ia menambahkan, jenis migas yang dominan di wilayah tersebut adalah minyak.
Ia menuturkan, 43 juta barel tersebut adalah jumlah yang bisa diproduksi, atau disebut recoverable. Ia menyebutkan, jumlah ini bisa bertambah jika teknologi lifting yang digunakan bisa lebih bagus, karena jumlah migas yang ada di tempat atau inplace cukup besar.
Selain mengejar migas di dalam negeri, PHE juga sedang mempelajari untuk mengakuisisi beberapa blok di luar negeri. Setelah bersama Petronas mengambil blok minyak dan gas bumi (migas) di Malaysia, pihaknya sedang membidik sejumlah Amerika Selatan dan Afrika.
Ia menyatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan ENI dan Petronas untuk mengevaluasi beberapa blok di Afrika dan Amerika Selatan. Ia mengatakan, evaluasi tersebut sudah berjalan dan ia berharap bisa mendapatkan kandidat-kandidat yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan, yaitu memiliki potensi migas yang besar.
Ia menyampaikan, pihaknya akan melakukan evaluasi. Setelah itu pihaknya mengambil keputusan untuk mengambil blok. Ia mengatakan, skema pengambilan blok tersebut bermacam-macam, ada yang masuk ke blok yang sudah ada dengan mengambil hak partisipasinya atau participating interest (PI), ada juga yang masuk ke blok baru.
Ia mencontohkan, ada yang mengakuisisi blok yang sudah menjadi blok eksisting dengan mengambil PI di situ. Ada juga yang seperti di Malaysia, yaitu masuk ke blok baru bersama-sama dengan partner.
Posting Komentar